Ujian Akhir Semester-Kelompok 1
1. Aplikasi model pembelajaran sains berbasis disrupsi inovasi melalui tutor sebaya.
Model pembelajaran yang digunakan adalah model Problem Based Learning (PBL). Pembelajaran melalui model ini dilakukan dengan menyajikan masalah dan meminta peserta didik untuk menganalisis, serta menyelesaikan masalah tersebut. Aplikasi model ini dilaksanakan pada mata pelajaran IPA di kelas VIII semester 1 dengan materi pelajaran gangguan pada sistem pencernaan, serta upaya pencegahannya.
Sintak atau langkah-langkah model pembelajaran PBL yakni sebagai berikut:
- Orientasi masalah : guru menyajikan video pembelajaran dan meminta peserta didik menyiapkan video tersebut. Kemudian, guru meminta peserta didik mengidentifikasi masalah yang ada dalam video yang telah disajikan.
- Mengorganisasi peserta didik: guru membagi peserta didik dalam kelompok belajar, membagikan LKPD dan menjelaskan tugas diskusi kelompok. Guru juga meminta peserta didik untuk menuliskan permasalahan yang ditemukan dalam video pada LKPD.
- Membimbing belajar: guru membimbing diskusi kelompok peserta didik. Kemudian, guru kembali menampilkan video berisi materi pelajaran dan meminta peserta didik memperhatikan. Guru juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya terkait tugas yang belum dimengerti.
- Membacakan dan menyajikan hasil karya: guru menanyakan kemajuan diskusi kelompok dan membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi di langkah awal pembelajaran.
- Menganalisis dan memecahkan proses pemecahan masalah: guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk memahami hasil diskusi. Kemudian, guru memulai dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.
Untuk lebih jelasnya, aplikasi model pembelajaran PBL dalam pembelajaran disajikan dalam video berikut:
2. Analisis praktis kelemahan model-model pembelajaran: kooperatif, overlay dan kolaboratif.
Model pembelajaran kooperatif, overlay dan kolaboratif memiliki manfaat yang baik bagi proses pembelajaran di kelas. Model-model ini dapat membuat suasana kelas menjadi lebih hidup, peserta didik aktif dan pembelajaran menyenangkan. Namun, jika tidak dipersiapkan dengan baik oleh guru, model pembelajaran kooperatif, ganjil dan kolaboratif dapat menimbulkan masalah dalam proses pembelajaran. Hal inilah yang menjadi kelemahan model-model tersebut. Lebih lengkapnya tentang analisis kelemahan praktis model pembelajaran kooperatif, positioning dan kolaboratif dijelaskan dalam video berikut:
Comments
Post a Comment