Pembelajaran Kooperatif, Membiasakan Peserta Didik Berperan Aktif dalam Kelompok Belajar
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Halo, para cendekiawan, apa kabar? Di tengah cuaca yang kurang bersahabat ini, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan ya. Semoga kita selalu sehat dan dilindungi Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal'alamiin…
Kita kembali lagi di blog Delajar, nih. Tempat berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar model pembelajaran. Beberapa waktu yang lalu, kita sudah sama-sama membahas seputar perkembangan model dan media belajar secara umum. Perkembangan teknologi di era smart society 5.0 , menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Oleh karena itu, pendidik juga harus terus meningkatkan kompetensi dan semangat belajar. Tujuannya tentu saja untuk menyajikan pembelajaran yang bermakna bagi para peserta didiknya.
Nah, kali ini, masih bersama Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si, pertemuan ke-2 pada Sabtu, 09 September 2023 dari mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, mengupas tentang pembelajaran kooperatif. Aspek penting, manfaat bagi siswa, hingga peran guru dalam proses pembelajaran, semuanya dibahas dengan cermat.
Sebelum membahas lebih jauh, kira-kira apa teman-teman mengetahui arti dari pembelajaran kooperatif ( Cooperative learning ) ?
Pasti teman-teman sudah tidak asing dengan kata, 'kooperatif' ya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kooperatif memiliki dua arti, yakni bersifat kerja sama dan siap membantu. Konsep kata 'kooperatif' inilah yang diadaptasi dalam proses pembelajaran.
Dimana, pembelajaran kooperatif membangun suasana pembelajaran yang aktif. Peserta didik saling bekerjasama untuk menyelesaikan tugas dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang disampaikan guru. Apabila direncanakan dengan baik, penerapan model ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna, serta mampu meningkatkan berbagai keterampilan peserta didik. Jadi, pembelajaran kooperatif membangun interaksi positif antar peserta didik, maupun antara peserta didik dan pendidik.
Apabila proses pembelajaran ini berjalan dengan baik, maka interaksi yang dibangun dapat menciptakan kelompok masyarakat belajar. Namun, untuk mencapai tujuan akhir itu, proses pembelajaran kooperatif harus memenuhi 5 aspek, yakni sebagai berikut:
1. Positive Interdependence (Saling Ketergantungan yang Positif). Maksudnya, peserta didik saling mengandalkan, membutuhkan, mengisi dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah, menambah pengetahuan, serta pengalaman.
2. Individual Accountability (Tanggung jawab individu). Jadi, meskipun konsep pembelajarannya kooperatif, setiap individu tetap memiliki tanggung jawab, yakni berkontribusi dalam mengumpulkan ide dan menyampaikan pendapat.
3. Group Processing (Pemrosesan kelompok). Maksudnya, kelompok belajar melakukan refleksi setelah proses belajar berlangsung. Setiap individu dalam kelompok saling mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan proses belajar yang telah dilakukan, serta menilai kembali efektivitas kontribusi setiap individu dalam proses belajar kelompoknya.
4. Interpersonal & Social Skills (Hubungan antarpribadi dan keterampilan sosial). Dimana, setiap individu yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda, saling percaya, saling belajar, serta berusaha menyelesaikan konflik yang muncul, agar mampu mencapai tujuan belajar yang diharapkan.
5. Promotive Interaction (Interaksi promotif). Maksudnya, setiap individu berusaha untuk saling memahami dan menghargai, meskipun memiliki perbedaan pendapat. Interaksi tersebut terus diperkuat, sehingga setiap masalah yang muncul dalam kelompok belajar dapat diselesaikan dengan baik.
Aspek-aspek tersebut, menjadi landasan dalam berbagai model pembelajaran kooperatif yang biasa digunakan selama proses belajar di kelas. Lalu, jika pembelajaran kooperatif berpusat pada aktivitas siswa, dimana letak peran guru dalam proses pembelajaran ini? Dan apa saja ya, manfaat pembelajaran kooperatif bagi peserta didik?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita simak penjelasannya melalui video berikut ini, yuk. Disimak dengan baik, ya, teman.
Itu dia penjelasan seputar pembelajaran kooperatif. Proses pembelajaran dengan pendekatan berpusat pada siswa ini, sangat perlu dipahami oleh para pendidik. Sehingga, suasana belajar di kelas lebih hidup, menyenangkan dan bermakna bagi para peserta didik.
Bagaimana, nih, teman-teman, pembahasan kali ini sangat menarik, bukan? Sekiranya, teman-teman setuju atau tidak, jika model pembelajaran kooperatif ini terus dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah?
Yuk, kita berdiskusi di kolom komentar.
Sekian pembahasan kita kali ini, sampai jumpa di pembahasan berikutnya.
Terima kasih banyak, ya. Stay safe, teman-teman.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Masya Allah, semoga ilmunya bisa diaplikasikan di kelas ya Bu💪
ReplyDeleteKooperatif learning. Bahkan saya sebagai guru selaluenerapkan di setiap proses penbelajaran di sekolah. Sukses terus buat kita semua para guru.
ReplyDeleteWah... pembelajaran kooperatif learning ini sangat bermanfaat ya.. tentunya para pendidik dan peserta didik. teriamaksih Bu della
ReplyDeletewah sangat bermanfaat sekali pembelajaran kooperatif learning ini.
ReplyDelete