Tantangan Pendidik di Era Smart Society 5.0

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Halo, para cendekiawan, selamat datang di blog 'Delajar'. Sebuah blog yang dibangun untuk berdiskusi tentang beragam model pembelajaran. Sebelumnya salam kenal, saya Della Oktivia Armitha, mahasiswa Magister Pendidikan IPA angkatan 2023.

Blog ini berdiri dengan tujuan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti proses pembelajaran pada mata kuliah, Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains. Mata kuliah dengan 3 SKS ini, dibimbing oleh Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

Pertemuan pertama yang dilakukan pada Sabtu, 26 Agustus 2023 lalu, membahas tentang gambaran umum bahan kajian model dan evaluasi pembelajaran. Cakupan materi pembelajaran hingga pembagian tugas terstruktur, menjadi beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini.

Selain itu, topik yang menjadi bahan kajian utamanya adalah transformasi pembelajaran tradisional ke pembelajaran berbasis teknologi. Teman-teman juga mengetahui, bukan, seberapa pesatnya perkembangan teknologi kita saat ini?

Ilustrasi perkembangan teknologi di Era Smart Society/Foto: freepik.com/rawpixel
Gambaran perkembangan teknologi di era Smart Society 5.0/Foto: freepik.com/rawpixel

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memudahkan kegiatan manusia diberbagai bidang. Tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Guru yang dulunya menjadi sumber utama pengetahuan, kini bisa digantikan dengan mesin pencari. Hanya lewat ketikan jempol, semua pertanyaan bisa dijawab dengan cepat. Tidak menutup kemungkinan, di masa mendatang, sekolah dipenuhi dengan robot-robot yang siap menggantikan kehadiran para guru.

Inilah yang menjadi tantangan bagi para pendidik di era Smart Society 5.0 ini. Era dimana teknologi, digitalisasi, sampai AI (Artificial Intelligence), mampu memenuhi kebutuhan manusia. Di era ini, guru tidak hanya dituntut memiliki keterampilan pedagogik. Lebih dari itu, guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada satu tujuan.

Pemanfaatan Teknologi dalam bidang pendidikan/Foto: freepik.com

Apalagi era Society 5.0 ini, menuntut setiap individu memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Empat keterampilan tersebut, bisa menjadi tolak ukur guru dalam menentukan model pembelajaran. Sehingga, guru tidak hanya menjadi sumber utama pengetahuan, tetapi mampu menjadi sumber inspirasi, fasilitator, hingga motivator bagi para peserta didiknya.

Model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi, membuat pengalaman peserta belajar semakin bertambah. Teknologi dan media digital yang beragam, bisa menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kecerdasan majemuk yang dimilikinya. Hal ini juga yang menjadi tujuan dari kurikulum merdeka belajar. Dimana, setiap pendidik secara leluasa membangun proses pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik.

Apabila guru berhasil bekerja sama dengan teknologi, maka kehadiran robot atau AI tidak akan menjadi penghalang. Sebab, pengalaman yang diperoleh guru dari proses belajarnya, akan membentuk pengetahuan dan karakter para peserta didik. Oleh karena itu, Bapak Syamsurizal mengatakan bahwa, guru harus tangguh dan responsif. Tangguh dengan segala perubahan yang ada dan tanggap cepat menanggapi perubahan-perubahan tersebut.

Nah, itu dia rangkuman pembahasan kita kali ini. Bagaimana pendapat teman-teman sekalian? Mari kita berdiskusi di kolom komentar.

Terima kasih atas waktunya, ya. Sampai bertemu di pembahasan berikutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Comments

  1. Masyaallah, luar biasa Keren. Mari kuatkan semangat untuk menjadi guru yang tangguh dan responsif

    ReplyDelete
  2. Yes, mari berjuang untuk menjadi guru yang tangguh

    ReplyDelete

Post a Comment